Powered By Blogger

Minggu, 12 Januari 2014

Surat Pertama Aulia

Surat Pertama Aulia

Surat Pertama Aulia

"Allahu Akbar Allahu Akbar," Adzan subuh berkumandang. aku baru bangun. Kepalaku agak pusing. mungkin karena masih ngantuk. aku duduk sejenak untuk mengusir kantuk yang masih menggelayut. setelah itu pergi ke kamar mandi. sayang sekali masih mengantri. ada anak MTs yang tidur lagi bawah pohon seri di dekat kamar mandi. aku kembali ke kobong. mengganti pakaianku dengan kain dan kokok. Aku pergi ke tempat wudhu di belakang majlis putih. ternyata kudapati santri putri sudah banyak yang berkumpul. aku berwudhu dan kembali ke kobong mengambil sajadah dan al-Qur'an. lalu ke majlis kembali. Ada Dion yang menghampiriku, "Kaifa haluk?" "Bikhair alhamdulillah." jawabku sekenanya. "gimana tidur ente malam ini sob?" tanyanya. "Alhamdulillah nyenyak Yon, sampe subuh. hehehe." "Alhamdulillah deh kalo gitu." "Kalo ente gimana tidurnya?" "Wah, kalo ane tidur percis bangke, bom meledak aja nggak bangun. hahahah" kami ngobrol sambil jalan ke majlis putih. masuk dan melaksanakan kegiatan seperti biasa.

Paginya, aku ke sekolah bersama teman-teman baruku. Dion, Reza, Nalim, Hilmi dan banyak yang lain. sampai di sekolah kami mendapatkan bimbingan dari kakak kelas tentang acara MOS. sering kami dikerjai oleh kakak-kakak kelas. dan yang paling berat buatku adalah ketika Aulia mencuri-curi pandang padaku. aku jadi salah tingkah. ketika istirahat aku berkumpul dengan teman-teman di warung Bi Imah, biasanya anak-anak seperti kami masih suka beli gorengan dan jajanan yang lain. ngobrol ngalor ngidul. sampai lupa waktu. ketika bel masuk. kami telat dan akhirnya di hukum oleh kakak kelas dengan jalan jongkok dari gerbang hingga masuk ruang acara. sontak saja para peserta MOS tertawa melihat kami. tak cukup sampai di situ kakak kelas memarahi kami habis-habisan dengan dalih tak disiplin. Katanya, sikap kami yang terlalu santai akan menjadikan emage Madrasah Aliyah As Salam akan tercemar. Dalih yang dibuat-buat dan berlebihan. padahal kami hanya telat lima menit. Acara demi Acara selesai dengan tanpa halangan. Zuhur kami pulang. berjalan bersama teman-teman melewati pesawahan.

"Kak Hary, tunggu." Suara Dafi memanggil dari belakang sambil berlari. "Ya ada apa Fi?" tanyaku. "Ini kak, dari teteh teteh." katanya sambil tersengal-sengal menyodorkan sepucuk surat berwarna pink. "Dari teh apa?" tanyaku heran. "Tidak kenal kak, pokoknya cantik orangnya." Dafi tersenyum. Jantungku berdebar. kawan-kawanku berdehem-dehem menggodaku. aku terkekeh hambar karena menahan malu. "Dari siapa tuuuh?? hehehe" tanya Dion menggoda. "Ah Privasi ane ini mah." jawabku sambil cengar cengir. "Waah Sudah ada yang naksir niiih?" Hilmi hendak mengambil surat di tanganku, aku tepis tangannya. "Sssst rahasia negara... bukan untuk dijual." kataku dengan gaya serius. "Iya deeeh, percaya orang ganteng mah.hahahah" sindir Reza, "Ane bukan ganteng Reza, tapi beruntung. hehehe yang ganteng ente, tapi kalo nggak laku, itu namanya mubadzir. hehehe" kataku membalas sindirannya.

Langkah demil langkah akhirnya sampai ke pesantren. aku letakan tas dan berganti pakaian. badanku berkeringat. aku kipasi dengan kardus bekas. setelah badan segar dan gerah hilang. aku mengambil surat pink dari saku celanaku. ini kali pertamanya Aulia mengirim surat padaku. aku sedikit gugup. entah apa yang kurasa aku tak tahu, semua menjadi satu. Aku buka surat itu dan kubaca,

for my friend

wait, yes brother Hary, not taken care of seniors punishment. they do not mean it. they are only meant to foster our students so they can become smart, agile and disciplined. did I see you as angry. so Aulia send this letter to encourage one another in goodness.

sorry if this letter disturb brother.

greetings friendship.

from your friend, Aulia Light ....


Ah, syukurlah. aku kira surat apa. aku jadi geli sendiri. ternyata dia temanku yang peduli dan perhatian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar